Pelajaran TAUHID 54

WarisanSalaf.Com:

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5️⃣4️⃣)

———————————————

🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
وَدَلِيلُ الاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} [سورة الفاتحة الآية: 5] وفي الحديث ” إذا استعنت فاستعن بالله” (1) .
“Dan dalil tentang “Isti’anah” adalah firman-Nya:
”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
[ Al-Fatihah: : 5 ]
Serta, dalam hadits:

”Jika engkau hendak meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”
〰〰〰

💢 PENJELASAN:

TENTANG PENGERTIAN “ISTI’ANAH”.
Isti’anah artinya meminta pertolongan. [ Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 62 ; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. ]
🌼 Asy-Syaikh As-Sa’di rohimahullah menjelaskan: “Isti’anah adalah menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala dalam rangka meminta manfaat atau menolak mudharat. Dengan penuh kepercayaan, bahwa Dia mampu mewujudkan hal itu.”
💯 Umat manusia sebagai ciptaan Allah Ta’ala sangat membutuhkan pertolongan-Nya.

Di segala aspek kehidupan, Seorang manusia tak akan mampu melakukan suatu kegiatan tanpa pertolongan-Nya. Bahkan di saat ia beribadah kepada Allah Ta’ala, tetap saja ia membutuhkan-Nya. Sehingga dalam ayat di atas, Allah Ta’ala mengingatkan kita agar meminta pertolongan kepada-Nya.
🌷 Asy-Syaikh As-Sa’di rohimahullah menjelaskan: 

“Penyebutan ‘Isti’anah’ setelah ‘Ibadah’ –padahal ia termasuk dalam ‘Ibadah’- menunjukkan butuhnya seorang hamba kepada pertolongan Allah -Ta’ala-  dalam setiap amal ibadah kepada-Nya. 

🔻 Apabila Allah Ta’ala tidak memberikan pertolongan, maka keinginan seorang hamba untuk melaksanakan setiap perintah dan meninggalkan segala larangan tidak akan bisa terwujud.” 
📚 [ Lihat ”Tafsir As-Sa’di” ]
〰〰〰

✅ Hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan. 
Wallahul Muwaffiq

…………………….

🌍 Simak terus pelajaran  Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Iklan

Pelajaran TAUHID 52

WarisanSalaf.Com:

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5⃣2⃣)

———————————————

🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
وَدَلِيلُ الْخَشْيَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي}  [سورة البقرة، الآية: 150] 
“Dan dalil untuk Khosyyah adalah firman Allah -“Subhanahu waTa’ala”- (artinya):
”Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).” [ Al-Baqoroh : 150 ]
〰〰〰

💢 PENJELASAN:

〰〰〰

PERBEDAAN “KHOUF” DENGAN “KHOSYYAH”.
🌷 Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan:

🔻“Khosyyah itu lebih khusus daripada khouf, hal itu dikarenakan khosyyah (hanya) dimiliki oleh orang-orang yang mengetahui tentang Allah -’Azza waJalla-. 

🔻 Allah -Ta’ala- berfirman:
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”. [ Fathir:28 ].
🔻 (( Dari sini kita tahu, bahwa “Khosyyah” bukan sekedar rasa takut saja, pen.))

Ia adalah rasa takut yang disertai dengan ilmu pengetahuan (terhadap dzat yang ditakuti, pen.).
🌼 Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«إِنِّي أَتْقَاكُمْ لِلَّهِ، وَأَشَدُّكُمْ لَهُ خَشْيَةً»

”Sungguh aku adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian, dan orang yang paling takut kepada-Nya daripada kalian.” 

📎 [ HR. Al-Bukhori no.5063. Dari shahabat Anas bin Malik –rodhiyallahu ‘anhu-.]
🔻 (Sehingga dikatakan) “Khouf” adalah gerakan, sedangkan “Khosyyah” mengandung gerakan yang dilakukan dengan cepat dengan penuh ketenangan. 
📌 (Misal) : Orang yang melihat musuh ataupun banjir, dan semisalnya, terbagi menjadi dua keadaan . 
1⃣➖ Salah satunya, Melakukan gerakan untuk melarikan diri darinya. Inilah yang disebut dengan “Khouf”.
2⃣➖ Yang kedua, Tetap tenang dan memilih tempat yang tidak bisa dijangkau olehnya. Dan ini yang disebut dengan “Khosyyah”.
📎 [ Lihat kitab “Madarijus Salikin” (1/508) ]
📝 Pada intinya, perbedaan antara “Khouf” dengan “Khosyyah” adalah pada pengetahuan. Orang yang memiliki “Khosyyah”; ia takut pada yang ditakuti berdasarkan pengetahuannya tentang dzat yang ditakuti. Tindakan yang ditempuh juga berdasarkan pengetahuan yang dia miliki. 
〰〰〰〰

✅ 💯 Semoga Allah Ta’ala memberikan “Khosyyah” –rasa takut yang disertai ilmu- ini kepada kita. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin.
Wallahu a’lamu bisshowab

…………………….

🌍 Simak terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID 51

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5⃣1⃣)

———————————————
💢 PENJELASAN “ROGHBAH”, “ROHBAH”, DAN “KHUSYU’” 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
〰2⃣ – Tentang pengertian “Khusyu’” (penuh ketundukan).
🔘 Menurut istilah bahasa Arab:

🔰 Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan: 

“Khusyu’” pada asal bahasa Arab berarti; “inkhifadh” (merendah), “dzull” (kerendahan), ”Sukun” (ketenangan). [ al-Madaarij (1/516)]
🔻(( Jika ketiga kata itu kita rangkai menjadi kalimat sempurna, maka arti “Khusyu’”: “Merendah dengan penuh kerendahan dan ketenangan.” , Wallahu a’lam. ))
〰〰〰📌 Beda Khusyu’ dengan “Khudhu’”:

Ibnul Atsir rohimahullah menjelaskan, 

“Khusyu’” terlihat pada suara dan pandangan. Sedangkan “Khudhu’” terlihat pada anggota tubuh. [An-Nihayah (2/280) ]
🔘 Adapun menurut istilah, 

Khusyu’ adalah bangkitnya hati di hadapan Robb-nya dengan penuh ketundukan dan kerendahan. [ al-Madaarij (1/516)]
🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan: “Khusyu’” adalah tunduk dan merendahkan diri karena keagungan Allah Ta’ala, dimana ia telah menerima ketetapan (atau ketentuan)-Nya yang bersifat kauni (kejadian di alam semesta) maupun syar’i (tuntutan syari’at). [ Syarah Tsalatsatil Ushul ]
💯 Pada dasarnya “Khusyu’” adalah sifat terpuji yang semestinya ada pada kaum mukminin. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-Mukminun (artinya):

”Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (1). (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. (2)” [ Al-Mukminun: 1-2 ]

〰〰〰📌

✅ Semoga Allah Ta’ala membantu kita untuk khusyu’ kepada-Nya. Aamiin
-Wallahu a’lamu bisshowab-

…………………….

🌍 Simak terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Salafy Indonesia:

💐🌷🌻🌹 YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ORANG YANG TIDAK MAMPU MENGETAHUI DALIL
✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah berkata:
‏المقلد هو العاجز عن معرفة الدليل، فيقلد من عُرف بالعلم والاجتهاد والصلاح، وألا يكون متتبعًا للرخص، مع تحريه للحق في كل مسألة بحسب استطاعته.
“Orang yang taqlid adalah orang yang tidak mampu untuk mengetahui dalil, maka hendaklah dia taqlid kepada seseorang yang dikenal ilmu, ijtihad, dan keshalihannya, dan dalam urusan agama jangan menjadi seseorang yang suka mencari-cari hal-hal yang paling ringan atau yang paling disukai jiwa untuk diamalkan, di samping hendaklah dia berusaha mencari kebenaran dengan kesungguhan dan hati-hati dalam setiap masalah sesuai dengan kemampuannya.”
🌍 Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/822876987148664832
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

pelajaran TAUHID 50

WarisanSalaf.Com:

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5⃣0⃣)

———————————————
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
ودليل الرغبة والرهبة والخشوع قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} 
🔻 Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu waTa’ala- (artinya):

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan (penuh) harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya : 90 )
〰〰〰

💢 PENJELASAN:
Pembahasan kita kali ini seputar “Rohbah” inSya Allah;
2⃣ Tentang “Rohbah” (penuh cemas) -dengan huruf hijaiyyah “Ha” , di pangkal kerongkongan.
🌷 Ibnul Atsir –rohimahullah- menjelaskan, 

“Rohbah” artinya takut dan terkejut.”  (An-Nihayah 2/280)
Hampir mirip dengan “Khouf” namun ada perbedaannya.
✅  Beda “Rohbah” dengan “Khouf”.

🔻 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan,

“Rohbah adalah terus berlari menjauhi perkara yang dibenci.” Hal itu berlawanan dengan “Roghbah” (dengan huruf “Ghoin”, pen) yang artinya perginya hati dalam mencari (mendapatkan) perkara yang diinginkan. Antara “Roheb” (penuh cemas) dan “Harob” (lari dengan kecepatan tinggi, pen) ada kesesuaian lafadz dan makna.” (Al-Madarij 1/508)
📌 Lafadz-lafadz yang hampir berdekatan maknanya namun bukan sinonim dalam bahasa Arab; al-Wajal (bergetarnya hati), al-Khouf (rasa takut), al-Khosyyah (rasa takut disertai ilmu), ar-Rohbah (penuh cemas). (Lihat al-Madarij 1/507)
-Wallahu a’lamu bisshowab-
…………………….

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID 49

WarisanSalaf.Com:

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣9⃣)

———————————————
🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
ودليل الرغبة والرهبة والخشوع قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} 
🔻 Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu waTa’ala- (artinya):

_“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan (penuh) harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”_ [ Al-Anbiya : 90 ]
〰〰〰

💢 PENJELASAN:

Pembahasan kita kali ini seputar dalil yang menunjukkan bahwa Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’; ketiga perkara itu termasuk ibadah.
🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin _rohimahullah_ menjelaskan: 

“Di dalam ayat yang mulia ini Allah –Ta’ala- menyifati hamba-hamba-Nya yang ikhlash , bahwasanya mereka berdoa kepada Allah –Ta’ala- dalam keadaan penuh harap, penuh cemas, dengan diiringi rasa khusyu’.

🔻 Adapun makna doa dalam ayat, mencakup doa ibadah dan doa masalah (permintaan). 
📌 Kita bahas satu persatu dari ketiga macam ibadah di atas –insya Allah-.
〰1⃣ – Tentang “Roghbah” (penuh harap).

Ibnul Atsir –rohimahullah- menjelaskan, 

“Seseorang dikatakan memiliki “roghbah” jika ia bersemangat untuk mendapatkan sesuatu dalam keadaan sangat mengharapkannya.”  [ An-Nihayah (2/237) ]
〰〰📌 Beda “Roghbah” dengan “Roja`”.

🔻 Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan, 

Beda antara keduanya, “Roja`” adalah keinginan (harapan). Sedangkan “Roghbah” adalah usaha untuk mendapatkannya. (Sehingga dikatakan) “Roghbah” adalah buah dari “Roja`”. Karena seseorang itu, apabila mengharapkan sesuatu ia akan berusaha mencari (mendapatkannya). [ al-Madarij (2/55) ]
-Wallahu a’lamu bisshowab-
…………………….

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Pelajaran TAUHID 48

WarisanSalaf.Com:

🍃Pelajaran TAUHID:

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 4⃣8⃣)

———————————————
💢PENJELASAN:

Tentang: “Ibadah Tawakkal” (bagian 2)
📮 Macam-macam Tawakkal:

〰〰〰〰〰

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menyebutkan empat macam Tawakkal:

〰〰〰

1⃣ Yang Pertama: Tawakkal kepada Allah –Ta’ala-. 

Tawakkal yang seperti ini termasuk kesempurnaan iman, bahkan sebagai tanda kebenaran imannya. 

✅ Kedudukannya wajib. Karena keimanan tidak dikatakan sempurna kecuali dengannya.
2⃣ Yang Kedua: Tawakkal Sirr (Tawakkal Rahasia).

Adalah menyandarkan diri kepada mayit (orang yang telah meninggal, pen) dalam mendatangkan manfaat atau menolak madhorot. Ini adalah syirik besar. 

🔻 Yang demikian itu tidak terjadi kecuali dari orang yang meyakini bahwa mayit memiliki kemampuan rahasia di alam semesta. 

🔻Tidak dibedakan keadaan mayitnya, bisa berupa nabi, wali, ataupun thoghut musuh Allah –Ta’ala-. 
3⃣ Yang Ketiga: Tawakkal kepada orang lain, Dalam perkara yang diatur oleh orang lain tersebut. 

Disertai perasaan bahwa orang lain tersebut memiliki kedudukan lebih tinggi, sedangkan orang yang bertawakkal memiliki kedudukan lebih rendah darinya. 

🔻Contohnya: Seseorang bertawakkal kepada pimpinannya dalam mendapatkan upah pencaharian, dan yang semisalnya. 
🔻 Jenis ketiga ini termasuk model syirik kecil, disebabkan kuatnya keterikatan hati kepada makhluk, disertai dengan penyandaran diri kepadanya. 

🔻 Namun, jika dia bersandar kepada makhluk dalam rangka menjadikannya sebab, (dan dia yakin) Allah –Ta’ala- Yang menentukan perkara itu bisa sampai di tangannya, Itu tidak mengapa. 

Jika pengaruh baik dalam mendapatkannya ada pada orang yang bertawakkal.
4⃣ Yang Keempat: Tawakkal kepada orang lain, Dalam perkara yang diatur oleh orang yang bertawakkal. 

Dimana ia menunjuk orang lain untuk menggantikannya pada suatu urusan yang boleh untuk diwakilkan. 

Yang demikian ini  tidak mengapa berdasarkan dalil dari Al-Qur`an, Sunnah, dan Ijma’.
🔻Nabi Ya’qub –‘alaihissalam- pernah berkata kepada anak-anaknya (artinya):

“Hai anak-anakku, pergilah kalian, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya.” [ Yusuf: 87 ]
🔻Nabi kita –shollallahu’alaihi wasallam- juga pernah mewakilkan kepada Ali bin Abi Tholib –rodhiyallahu ‘anhu- urusan binatang sembelihan pada Haji Wada’, agar dishodaqohkan kulit beserta mayoritas dagingnya, kemudian agar menyembelih 100 ekor sisanya, setelah sebelumnya nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- menyembelih 63 ekor dengan tangannya.

✅ Adapun ijmak (kesepakatan para Ulama`) tentang bolehnya perkara itu dapat diketahui (dari penjelasan mereka) secara umum.
Wallahu a’lamu bisshowab

Bersambung insya Allah,
…………………….

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.

…………………….
#ushultsalatsah

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com