SUNATULLAH DAN HIKMAH ALLAH جل جلاله KETIKA BADAI FITNAH MENERPA DAN JALAN KELUAR DARINYA

✍🏻 Group WhatsApp 💬 :

🌴 PENCARI AL-HAQ 🌴

~~~~~~~•¤•~~~~~~~ 
🍂 *SUNATULLAH DAN HIKMAH ALLAH جل جلاله KETIKA BADAI FITNAH MENERPA DAN JALAN KELUAR DARINYA* 🍂

💺 Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حفظه الله : 
_🚩Anggota Badan Persatuan Ulama Besar Saudi Arabia dan Anggota Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa_ 💺📜 

📝 “Tidak diragukan lagi bahwa fitnah itu telah muncul semenjak awal pertama kali penciptaan, menimpa Nabi Adam عليه السلام dan istrinya. Dan menimpa pula Bani Adam. Senantiasa akan terus ada dan akan semakin banyak pada akhir zaman.
🌹Allah سبحانه وتعالى berfirman, بسم الله الرحمن الرحيم ( artinya ) :
_🔸”Alif Laam Miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji?_

_Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”🔸_
📖 [QS. Al-‘Ankabut : 1-3]
Maka fitnah pasti ada.

Dan sebagaimana kalian dengar dalam bacaan imam mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepadanya, firman Allah تبارك وتعالى (artinya) : 
_🔸”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”🔸_
📖 [QS. Al-Baqarah : 155-157]
Allah جل وعلا menimpakan fitnah untuk membedakan atau mengetahui atau memisahkan mu’min yang jujur imannya, yang kokoh di atas agamanya, yang sabar terhadap apa yang menimpanya, dari munafik yang dusta yang menyimpang dari agamanya ketika terjadi fitnah, tidak sabar dan tidak kokoh.
🌹Allah جل جلاله berfirman (artinya) : 
_🔸”Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (dalam keraguan-pen/pent). Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”🔸_
📖 [QS. Al-Haj : 11]
Maka orang munafiq tidak kokoh ketika terjadi fitnah. Dikarenakan tidak terdapat iman di dalam hatinya yang dapat menguatkannya. Akan tetapi, ia menampakkan keislamannya karena kemaslahatan duniawinya saja. Oleh sebab itu, jika datang fitnah maka tampaklah keadaannya dan terbongkarlah rahasianya.
Ini adalah hikmah dari Allah سبحانه وتعالى bahwasanya Dia menimpakan fitnah untuk membedakan atau memisahkan yang ini dari yang itu. Dan tidak membiarkan manusia dalam satu keadaan saja, tidak diketahui mu’min yang jujur dari munafiq yang dusta. Ini merupakan sunatullah سبحانه وتعالى terhadap makhluk-Nya.
Dan fitnah itu akan terus datang dan terus ada. Dan ketika fitnah itu menerpa, kokohlah orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jujur, hingga semakin jelas dan datanglah pertolongan Allah bagi mereka. Dan semakin terbongkarlah orang-orang munafiq dan yang dusta yang hanya menginginkan kemaslahatan duniawi saja, yang apabila kemaslahatan tersebut dijauhkan darinya maka dia tinggalkan agamanya yang dia pura-pura tampakkan tersebut. Hal ini adalah hikmah dari Allah عَزَّ وَجَلَّ.
🌹Allah جل شأنه berfirman (artinya) : 
_🔸”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji?”🔸_
📖 [QS. Al-‘Ankabut : 2]
Maka fitnah pasti berlaku dan semakin banyak di akhir zaman sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi ﷺ tentangnya dalam sabdanya (artinya),
_🔸”Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari dalam keadaan mu’min dan di sore hari dalam keadaan kafir. Dan di sore hari dalam keadaan mu’min dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya disebabkan karena ingin memperoleh sedikit keuntungan dunia.”🔸_
Semakin banyak fitnah di akhir zaman sehingga permisalannya seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita.
Akan tetapi bagaimana jalan keluar darinya? Yaitu dengan mengikuti kitabullah سبحانه وتعالى dan sunnah Rosul-Nya ﷺ dan bersatunya kaum muslimin dibawah pemimpin mereka dan dibawah penguasa mereka, berpegang teguh dengan jama’ah kaum muslimin.
Merupakan perlindungan terbesar dari fitnah -bi idznillah- adalah berpegang teguh dengan jama’ah kaum muslimin dan pemimpin kaum muslimin. Oleh karenanya, ketika Hudzaifah Ibnu Yaman رضي الله عنه bertanya kepada Rosulullah ﷺ tentang fitnah, maka beliau ﷺ mengabarkan kepadanya tentang dua jenis fitnah, bahwa akan datang kebaikan kemudian akan datang pula setelahnya kejelekan, kemudian akan datang lagi kebaikan dan akan datang lagi kejelekan. Kemudian pada akhir hadits Rosulullah ﷺ menyampaikan bahwa di akhir zaman akan muncul para da’i (perhatikan ini! Da’i (pendakwah)! bukan orang kafir atau orang awam! Sebagaimana yang beliau حفظه الله sampaikan pada kesempatan lainnya, والله أعلم. Dan disebutkan pula dalam hadits ini ciri-ciri da’i tersebut bahwa mereka berkulit seperti kita/merupakan golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita-pen/pent), da’i yang berdiri di pintu neraka! Barangsiapa memenuhi seruan mereka, maka mereka akan menjebloskan atau melemparkannya kedalamnya. Lalu Hudzaifah bertanya, “Ya Rasulullah! Apa yang engkau perintahkan kepadaku apabila aku mendapatinya? Beliau ﷺ menjawab, “Pegang teguhlah jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka! Pegang teguhlah jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka!”. Kemudian Hudzaifah bertanya lagi, “Ya Rasulullah! Apabila tidak terdapat jama’ah, tidak pula pemimpin?” Maha beliau ﷺ menjawab, “Tinggalkanlah seluruh kelompok-kelompok tersebut walau engkau menggigit akar pohon sampai datang ajal dan engkau tetap dalam keadaan seperti itu.”
Hal ini menunjukkan bahwa berpegang teguh dengan jama’ah kaum muslimin dan pemimpin kaum muslimin merupakan sebab-sebab perlindungan dari fitnah dengan izin Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena itu Allah جل وعلا berfirman (artinya) : 
_🔸”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (pada masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan ketika itu kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk._

_Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung._

_Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan yang berat.”🔸_
📖 [QS. Ali-Imran : 103-105]
Allah جل وعلا memerintahkan untuk berpegang teguh dengan tali agama-Nya yaitu Qur’an dan Sunnah Nabawiyyah.
_🔸”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”🔸_
Perpecahan adalah adzab dan persatuan adalah rahmat.”

📝✍🏻 Dipetik dan diterjemahkan dari muhadhoroh Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله yang berjudul _”Ijtima’ul Kalimah wa Atsaruha fi Daf’il Fitan”_

=====================

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

📊 Channel Telegram 📮: 

http://telegram.me/pencari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s